Perhelatan Pilgub DKI tahun 2017 hampir tutup buku. Pergolakan politik Pilkada sudah dipastikan bakal bergeser ke Jawa Barat pada tahun 2018 nanti.
Giliran warga Jawa Barat yang memilih pemimpin. Sejak kini, partai politik tengah sibuk memantau pergerakan para calon yang akan diusung memperebutkan kursi pengua
sa di tanah pasundan ini.
Pesta demokrasi Jawa Barat akan memperebutkan kursi yang ditinggalkan oleh Ahmad Heryawan (Aher) dan Deddy Mizwar. Aher sudah tak lagi bisa menjabat, karena sudah dua periode pimpin Jawa Barat. Aher diusung oleh PKS, Hanura dan PPP pada Pilgub Jabar 2013 lalu.
Pada 2018, peta politik di Jawa Barat sudah mulai terlihat. Partai-partai mulai mendeklarasikan diri mengusung jagonya untuk bertarung.
Partai Golkar dan Partai Hanura misalnya, telah sepakat untuk bergabung demi menguasai Jawa Barat. Partai Golkar juga telah memutuskan untuk mengusung Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi jadi calon gubernur Jawa Barat. Dedi adalah Bupati Purwakarta.
Sekretaris Fraksi Golkar di DPR, Agus Gumiwang mengatakan, Partai Golkar menjagokan Dedi Mulyadi.
"Kita punya calon bagus dong. Yang namanya Dedi kan. Ketua Partai Golkar Jabar," ungkap Agus di Gedung DPR, Kamis (27/4).
Agus mengatakan, Bupati Purwakarta itu merupakan kader tebaik yang dimiliki Golkar di Jawa Barat. Namun, yang akan mendampingi Dedi sebagai calon Wakil Gubernur, belum ditentukan.
"Belum. Belum tahu (calon wakil). Kita harus lihat survei dan lain sebagainya," kata Agus.
Selain Dedi, NasDem telah lebih dulu untuk deklarasi mendukung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk maju. NasDem bahkan punya niatan untuk menduetkan Dedi dengan Ridwan Kamil. NasDem buka peluang untuk berkoalisi dengan Golkar dan Hanura.
"Yang terpenting misalnya Dedi dan Ridwan Kamil kan bagus juga. Kita diskusi dan lobi sedang berjalan, pokoknya kita mencari pasangan calon yang bagus untuk Jabar," kata Wakil Ketua Fraksi NasDem di DPR Johnny G Plate.
Di pihak incumbent, ada nama Deddy Mizwar. Pemeran film Nagabonar ini bahkan mengungkap keinginannya maju di Pilgub Jabar. Meskipun tidak tegas menyatakannya.
"Gubernur, walikota sudah ditentukan oleh Allah SWT," kata Deddy di sela acara Jababeka Eco Week 2017 di Kabupaten Bekasi, Kamis (27/4).
Karena itu, menurut dia, tinggal bagaimana setiap orang yang mau menjemput takdirnya itu dengan penuh barokah. "Kalau itu memang rezeki saya, akan dibuka jalannya, tidak ada yang bisa menghambat," kata pemeran Naga Bonar ini.
Namun hingga kini, belum ada partai politik yang menyatakan dukungan bakal mengusung Deddy. Hanya saja, Deddy dekat dengan partai penguasa Jawa Barat yakni PKS. Deddy juga kerap masuk sebagai kandidat cagub di sejumlah partai politik.
Gerindra hingga kini belum menentukan siapa yang akan diusung. Partai pimpinan Prabowo Subianto ini tengah melirik kader internal. Seperti Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi, Ketua DPP Gerindra Kardaya Warnika, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, dan Ketua DPP Gerindra Sodik Mudjahid. Gerindra juga buka peluang berkoalisi dengan PKS, merujuk keberhasilannya menang di Pilgub DKI.
PDIP, partai satu-satunya yang bisa mengusung calon tanpa harus koalisi juga belum menentukan calon. PDIP masih melakukan penjaringan. Salah satu nama yang disasar adalah Ketua DPD PDIP Jabar, TB Hasanuddin.
Partai Demokrat, PPP, PKB dan PAN juga masih belum mengungkap akan mengusung siapa. Demokrat kerap dikaitkan dengan kadernya Dede Yusuf. Pada periode lalu, Dede kalah oleh incumbent Ahmad Heryawan. Sementara PAN, memunculkan nama anggota DPR dan artis asal Jawa Barat, Desy Ratnasari. [rnd]
Topics: Opini
About GMPK MALANG RAYA
Hi there! I am Hung Duy and I am a true enthusiast in the areas of SEO and web design. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and dirt bike riding.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kabar Terpopuler
-
Tindak pidana korupsi yang sering diistilahkan ekstra-ordinary crime (kejahatan kriminal luar biasa) termasuk kejahatan yang paling merugika...
-
Berbagai upaya dilakukan Komisi Pemberantasan Korapsi (KPK) untuk memberangus habis praktik korupsi di Indonesia, baik itu melalui program p...
-
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi membantah bermain politik dalam perkara dugaan suap pajak yang saat ini tengah diproses di pengad...
-
Isu jual beli jabatan publik telah lama terjadi dan mencuat kembali ke permukaan. Isu ini menarik perhatian sehingga mendorong Presiden Jok...
-
JATINANGOR, Pengamat Komunikasi Politik yang juga Direktur Lingkar Kajian Komunikasi Poltitik, Adiyana Slamet mengatakan, pada kontestasi ...
Opini Kita
Recent Comments
Terpopuler
-
Tindak pidana korupsi yang sering diistilahkan ekstra-ordinary crime (kejahatan kriminal luar biasa) termasuk kejahatan yang paling merugika...
-
Berbagai upaya dilakukan Komisi Pemberantasan Korapsi (KPK) untuk memberangus habis praktik korupsi di Indonesia, baik itu melalui program p...
-
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi membantah bermain politik dalam perkara dugaan suap pajak yang saat ini tengah diproses di pengad...
-
Isu jual beli jabatan publik telah lama terjadi dan mencuat kembali ke permukaan. Isu ini menarik perhatian sehingga mendorong Presiden Jok...
-
JATINANGOR, Pengamat Komunikasi Politik yang juga Direktur Lingkar Kajian Komunikasi Poltitik, Adiyana Slamet mengatakan, pada kontestasi ...
-
SURABAYA - Partai Golkar merasa tidak terganggu atau terancam dengan hadirnya Partai Berkarya bentukan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soe...
-
Dengan senyum mengembang dan gaya bicara yang kalem, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, dalam sebuah seminar di Jakart...
-
Hingga tahun ke-12, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih membuktikan diri sebagai lembaga yang paling dipercaya publik dalam upaya pe...
-
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi mengajukan beberapa usulan kepada Presiden Joko Widodo terkait pengawasan pemerintahan daerah. Usul...
-
Jakarta - Dalam pengembangan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pembayaran komisi terhadap kegiatan fiktif agen PT Asuransi J...
Tidak ada komentar: